Tentang Asuransi

Bisnis Medeni

Jare simbah, ada 2 aliran utama dalam bisnis. Kalau bicara ekstremnya, ada bisnis yang bergaya mbujuki dan ada pula bisnis yang bergaya medeni.
Nah, bisnis yang gaya marketingnya medeni uwong alias nakut-nakuti orang, ini yang sedang ngetren. Nanti kalau terjadi sesuatu, kamu begini lho.. dst
Bisnis apakah itu..?

TANPA ASURANSI

Misalkan Anda punya kendaraan. Anda sudah kunci ganda stangnya. Anda juga sudah gembok roda depannya. Anda sudah tambahi dengan rantai di roda belakangnya. Taklupa anda sudah masukkan ke garasi. Lalu pintu garasi juga sudah ditutup, dikunci gembok sekaligus dirantai. Untuk pengawasan anda pasang pula CCTV. Ndilalahnya… kendaraan anda tetep saja dicuri. Ini apa namanya..?

ASURANSI

Langsung aja deh, kesimpulannya begini :
“Hukum asuransi secara keseluruhan, menurut syariah adalah haram. Hukum ini mencakup semua jenis asuransi, baik asuransi jiwa, asuransi barang, atau asuransi harta benda dan lain-lain. Keharamannya terletak pada akad transaksinya yang batil. Selain itu, janji yang diberikan oleh perusahaan asuransi pada saat penandatanganan polis asuransi adalah janji yang batil. Karena itu, perolehan harta melalui transaksi yang sejenis atau perjanjian semacam ini adalah haram, dikategorikan memakan harta dengan cara yang batil dan termasuk dalam kategori harta-harta yang kotor.”
(Syaikh An-Nabhani dalam an-Nidzam al-Iqtishadi fi al-Islam. Diterbitkan oleh Penerbit Al Azhar Press dengan judul Sistem Ekonomi Islam hal 194)